IP-IT Produk Hortikultura

Permendag 60 Tahun 2012 Tentang Perubahan kedua atas permendag 30 Tahun 2012 Tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura.

Permendag No. 60 Tahun 2012 yang merupakan perubahan ke dua Permendag No. 30 Tahun 2012 adalah tentang pengaturan impor produk hortikultura dengan tujuan untuk mendukung pencapaian ketahanan pangan, menciptakan stabilitas ekonomi nasional dan melindungi kepentingan konsumen.

Permendag 60 Tahun 2012 merupakan peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur tata niaga impor produk hortikultura,  oleh karena ini peraturan baru, banyak perusahaan-perusahaan yang kebingungan untuk mengurus ijin persetujuan impor
produk Hortikultura .

Secara ringkas penulis mencoba menjelaskan secara ringkas tahap-tahap pengurusan “Persetujuan Impor Produk Hortikultura (IP-IT Produk Hortikultura)” sbb:

Proses Pengurusan Ijin Impor Produk Hortikultura Bahan Industri;

  1. Tahap 1; Mengurus rekomendasi impor dari departemen perindustrian, melampirkan dokumen-dokumen sbb;
    1. Surat Permohonan
    2. Rencana dan realisasi impor
    3. Rencana dan realisasi produksi
    4. Konversi raw material ke barang jadi
    5. Tahap 2; Mengurus rekomendasi impor (RIPH) dari Departemen Pertanian dengan melampirkan Rekomedansi impor dari departemen perindustrian dan dokumen lainya.
    6. Tahap 3; mengurus IP-Produk Hortikultura ke Menteri Perdagangan dalam hal ini Direktur Jenderal dengan melampirkan;
      1.  RIPH dari Deptan dan legalitas perusahaan.

Masih bingung dengan proses pengurusan IP-IT Hortikultura? Silakan hubungi  0811-918266.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Tinggalkan komentar

Permendag 59/M-Dag/Per/9/2012 Tentang Ketentuan Angka Pengenal Impor (API)

Peraturan Angka Pengenal Impor (API) kembali dirobah. Peraturan terbaru  No. 59/M-DAG/PER/9/2012 tanggal 21 September 2012 merupakan perubahan peraturan menteri perdagangan No. 27/M-DAG/PER/5/2012 tanggal 1 Mei 2012.

Kira-kira apa ya penyebab perubahan Permendag No. 27/M-DAG/PER/5/2012 yang hanya berumur  5 bulan? Kemungkinan besar perubahan ini disebabkan banyaknya protes dari perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan otomatif yang membatasi section HS code yang bisa diimpor oleh satu perusahaan.

Bayangkan jika importir umum mengimpor  lebih dari 15 section, dimana 15 section ini  terkait dengan akivitas perusahaan, maka berdasarkan permendag No. 27/M-DAG/PER/5/2012 perusahaan tersebut harus memilih salah satu dari 15 section tersebut, atau mendirikan 14 perusahaan lagi supaya bisa mengimpor ke 15 section tersebut. Bisa dibayangkan kerepotan yang ditimbulkan atau mungkin kerugian yang akan dialami oleh perusahaan.

Pada akhirnya, Permendag No. 59/M-DAG/PER/9/2012, memperbolehkan  importir umum mengimpor lebih dari satu section dengan syarat sebagai berikut:

  1. Perusahaan pemilik API-U tersebut mengimpor barang yang berasal dari perusahaan yang berada di luar negeri dan memiliki hubungan istimewa dengan perusahaan pemilik API-U dimaksud; atau
  2. Perusahaan pemilik API-U tersebut merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara.

Peraturan Menteri Perdagangan No. 59/M-DAG/PER/9/2012 Pasal 1 ayat 6 menyebutkan, hubungan istimewa adalah hubungan antara perusahaan pemilik API dengan perusahaan yang berada di luar negeri dimana salah satu pihak mempunyai kemampuan mengendalikan pihak lain atau mempunyai pengaruh signifikan atas pihak lain  sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Apa yang menjadi tolak ukur hubungan istimewa? Peraturan Menteri Perdagangan No. 59/M-DAG/PER/9/2012 Pasal 4 ayat 6 menerangkan, hubungan istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diperoleh melalui:

  1. Persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian terhadap suatu aktivitas ekonomi
  2. Kepemilikan saham
  3. Anggaran dasar
  4. Perjanjian keagenan/distributor
  5. Perjanjian pinjaman (loan agreement); atau
  6. Perjanjian penyediaan barang (suplier agreement)

Ketentuan API-P adalah bawha Perusahaan Pemilik API-P dapat mengimpor barang industri tertentu sepanjang diperlukan untuk pengembangan usaha dan investasinya. Untuk dapat mengimpor barang industri tertentu, harus terlebih dahulu ditetapkan sebagai Produsen Importir.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PT. Luita Biljolius Halomoan

Selamat Datang di PT Luita Biljolius Halomoan

PT. Luita Biljolius Halomoan adalah perusahaan yang bergerak dibidang Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan Jasa Forwarding.
Perusahaan ini didirikan oleh professional yang sudah berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidang Kepabeanan dan Forwarding,. Dengan dukungan team yang solid dan penguasaan yang baik bidang ekspor impor, kami pastikan pelanggan kami akan mendapatkan pelayanan yang terbaik dan memuaskan.
Kami membuat proses customs clearance yang sederhana, cepat dan kami cepat tanggap.
Motto kami: 
Sumber daya kami dimotivasi oleh motto kami yang sederhana namun hidup, yaitu
Membuat Customer ketagihan akan layanan kami.

Industri strategi butuh penyertaan modal negara
Sampingan | Posted on by | Tag , , , | Tinggalkan komentar