Permendag 59/M-Dag/Per/9/2012 Tentang Ketentuan Angka Pengenal Impor (API)

Peraturan Angka Pengenal Impor (API) kembali dirobah. Peraturan terbaru  No. 59/M-DAG/PER/9/2012 tanggal 21 September 2012 merupakan perubahan peraturan menteri perdagangan No. 27/M-DAG/PER/5/2012 tanggal 1 Mei 2012.

Kira-kira apa ya penyebab perubahan Permendag No. 27/M-DAG/PER/5/2012 yang hanya berumur  5 bulan? Kemungkinan besar perubahan ini disebabkan banyaknya protes dari perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan otomatif yang membatasi section HS code yang bisa diimpor oleh satu perusahaan.

Bayangkan jika importir umum mengimpor  lebih dari 15 section, dimana 15 section ini  terkait dengan akivitas perusahaan, maka berdasarkan permendag No. 27/M-DAG/PER/5/2012 perusahaan tersebut harus memilih salah satu dari 15 section tersebut, atau mendirikan 14 perusahaan lagi supaya bisa mengimpor ke 15 section tersebut. Bisa dibayangkan kerepotan yang ditimbulkan atau mungkin kerugian yang akan dialami oleh perusahaan.

Pada akhirnya, Permendag No. 59/M-DAG/PER/9/2012, memperbolehkan  importir umum mengimpor lebih dari satu section dengan syarat sebagai berikut:

  1. Perusahaan pemilik API-U tersebut mengimpor barang yang berasal dari perusahaan yang berada di luar negeri dan memiliki hubungan istimewa dengan perusahaan pemilik API-U dimaksud; atau
  2. Perusahaan pemilik API-U tersebut merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara.

Peraturan Menteri Perdagangan No. 59/M-DAG/PER/9/2012 Pasal 1 ayat 6 menyebutkan, hubungan istimewa adalah hubungan antara perusahaan pemilik API dengan perusahaan yang berada di luar negeri dimana salah satu pihak mempunyai kemampuan mengendalikan pihak lain atau mempunyai pengaruh signifikan atas pihak lain  sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Apa yang menjadi tolak ukur hubungan istimewa? Peraturan Menteri Perdagangan No. 59/M-DAG/PER/9/2012 Pasal 4 ayat 6 menerangkan, hubungan istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diperoleh melalui:

  1. Persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian terhadap suatu aktivitas ekonomi
  2. Kepemilikan saham
  3. Anggaran dasar
  4. Perjanjian keagenan/distributor
  5. Perjanjian pinjaman (loan agreement); atau
  6. Perjanjian penyediaan barang (suplier agreement)

Ketentuan API-P adalah bawha Perusahaan Pemilik API-P dapat mengimpor barang industri tertentu sepanjang diperlukan untuk pengembangan usaha dan investasinya. Untuk dapat mengimpor barang industri tertentu, harus terlebih dahulu ditetapkan sebagai Produsen Importir.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s